teringat akan sebuah film yang aku lupa judul nya. klo ga salah time machine. kisah nya tentang seorang yang terobsesi membuat mesin waktu. sang pembuat mesin mempunyai seorang kekasih yang sangat dia cintai. pada suatu malam, dia ingin melamar sang gadis untuk menjadi istri nya. mereka bertemu disebuah taman kota. sang pria sudah menyiapkan cincin untuk melamar sang gadis. namun, ketika sang pria baru saja menyematkan cincin di jari sang wanita, seorang perampok datang dan ingin merampas cincin tunangan itu. sang wanita memcoba menahan cincin tersebut, dan terlibat semuah perebutan dengan sang pencuri. si pria yang tadinya sempat jatuh karena di pukul oleh pencuri mencoba bangun dan berusaha menahan si pencuri untuk tidak mencuri cincin tersebut. dalam pergulatan tersebut, sang pencuri yang sejak tadi menodongkan pistolnya,tiba2 menembakkan pistol tersebut dan terkena ke tubuh sang gadis. singkat cerita, akhirnya sang gadis tewas oleh sang perampok tersebut.
sang professor pembuat mesin waktu itu kemudian semakin giat menciptakan mesin waktu nya, dan akhirnya dia berhasil menciptakan mesin waktu tersebut. dan dia kembali ke malam dimana dia melamar sang gadis malam itu. dia akhirnya bertemu dengan gadis yang ingin dia lamar. karena takut kejadian yang sama akan membuat sang gadis mati lagi, maka malam itu sang pria memutuskan untuk tidak berada di taman. dia pun memutuskan untuk berada di keramaian. mereka berjalan di trotoar jalan sambil berbincang-bincang. kemudian diseberang jalan ada penjual bunga. dan si pria pun menyebrang jalan tersebut dan ingin membeli bunga untuk sang gadis. namun ketika dia meninggalkan sang gadis di seberang jalan, tanpa dia ketahui ternyata si gadis tertabrak oleh kereta kuda yang kudanya sedang mengamuk. dan dengan kaget nya sang pria melihat bahwa sang gadis tewas.
sang pria kemudian akhirnya sadar, “i could come back a thousand times, see her die a thousand ways” begitu kata sang pria.
takdir memang tak dapat di ubah. jodoh sudah di tuliskan, umur pun sudah di tentukan. tak ada yang dapat merubah hal itu.
minggu ini, seorang pria akan menikah. pria terbaik yang pernah hadir dalam hidupku. pria dengan rasa cinta yang begitu besar terhadapku. tp, aku tak pernah merasakan cinta yang sama terhadapnya. dan mungkin aku telah sangat menyakiti hati nya. aku sadar itu. dan aku sangat ingin meminta maap untuk hal itu. deep in my heart.
1 setengah tahun yang lalu, dia pernah menemui kedua orangtuaku di medan dengan tujuan ingin melamarku. aku menyetujui permintaan nya. tp aku sebenar nya ga pernah tau apa yang aku rasakan dalam hatiku. karena aku tak merasa mencintainya dan ga yakin untuk menjadi istrinya tetapi aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku yang sangat ingin melihatku menikah. namun tetap ku jalani. sampai akhirnya hari2 ku merasa semakin buruk setiap hari. aku merasa semakin terbelunggu oleh perasaan yang tak ku mengerti. aku akan menikah, tetapi aku merasa tersiksa.
sebulan setelah pertemuan nya dengan orangtuaku, aku dengan mantap meminta maap kepada papa untuk membatalkan semua rencana yang pernah hampir di buat. dan setelah mendapat persetujuan yang sangat berat oleh papa, akirnya dengan mantap aku memutuskan hubunganku dengan nya.
aku sadar, aku sangat menyakiti hati nya. tetapi keegoisanku membuat aku harus melakukan itu, dan hal itu membuat ku merasa bebas dari belenggu yang selama ini aku rasakan. aku merasa kembali bahagia. bahkan dengan status jomblo ku. aku tak pernah ingin kembali padanya. dan merasa sangat mantap dengan keputusan ini.
sampai beberapa waktu setelah itu, papa meninggal. dan entah kenapa, mama merasa sangat bersalah pada papa, karena mama merasa tidak mendukung papa yang sangat bersemangat untuk menikahkan ku dengan pria itu. dan setelah papa meninggal, mama merasa sangat ingin aku kembali pada pria itu. dan itu membuatku semakin tersiksa. disatu sisi,aku ingin sekali membahagiakan mama, tetapi disisi lain, aku tak mengerti pada hatiku apakah aku mencintainya?. dan yang paling penting adalah, aku pernah menyakiti nya, dan aku sangat menyadari hal itu dan aku gak yakin apakah dia masih mencintaiku seperti dulu. ntah lah.
namun semua berjalan apa adanya. kami sangat jarang berkomunikasi. aku pernah menelpon nya atas permintaan mama. namun hanya sekedar percakapan biasa, tak lebih. dan terakhir ku dengar, sang pria akan segera menikah minggu ini. ntah apa yang kurasakan. sedih ? sedih karena dia tidak menikah dengan ku? atau sedih karena dia menikah lebih dulu daripada aku? atau sedih karena akhirnya dia menemukan jodohnya sementara aku belum? ntah lah. semua pertanyaan atas keegoisan ku muncul. kadang satu hal yang tak ku mengerti, kenapa aku bersedih atas keputusanku sendiri. ini memang salahku pastinya. namun kenapa harus bersedih?
lalu aku berfikir, jika waktu dapat di putar kembali, apakah aku mau menikah dengan nya? apakah jika aku menikah dengan nya satu setengah tahun yang lalu, aku akan bahagia? kemudian dalam ketengan hati ku aku berfikir. aku memang bukan jodoh nya. dan dia memang bukan jodohku. dia pria yang sangat baik, dan dia pantas mendapatkan wanita yang sangat baik pula dan sangat menghargainya dibanding aku.
sampai akhirnya dia menikah nanti, aku yakin dia bukan jodohku, dan aku bukan jodohnya. seandainya waktu diputar kembali, mungkin aku tetap bukan jodohnya. semua yang kurasakan memang sudah ditakdirkan seperti adanya. apapun alasan atas gagalnya hubungan kami, itu semua kembali ke hakikat dasar bahwa aku bukan jodohnya.
seandainya pun waktu dapat di putar 100 kali, mungkin aku hanya membuatnya sakit hati 100 kali. tapi waktu tak pernah dapat dirubah. itu yang sudah pasti. yang sudah terjadi adalah suatu kenangan masalalu. dan dia tetap pria terbaik yang pernah singgah dalam perjalanan hidupku.
dedicated for : pak arham
semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warrahmah.