sekian kali nya aku jalan dengan pria ini. pria yang tak pernah ada sedikit pun dalam hati ku. tp kujalani bersamanya sebagai bentuk ikhtiar ku. aku ingin sekali mencobanya. mencoba untuk dpt mencintai nya. tp tak ku temukan. hingga saat ini. aku masih jg tak mencintai nya.
dia sudah melamar ku beberapa waktu yang lalu. tapi hingga saat ini blm aku jawab, karena aku blm suka dengan nya. kali ini waktu nya sudah terlalu lama. sangat wajar jika dia mengunggu jawabanku. aku hanya diam membisu. ku bawa dalam suasana bercanda, agar dia lupa akan pertanyaan itu. tetapi dia tetap ingat. dan tetap tak ku jawab. emang cuma dia satu2 nya saat ini yang bisa membawa ku ke jenjang pernikahan. moment yang paling di tunggu oleh ibuku. dan setiap hari ibuku berharap agar aku segera menjawab lamaran nya.
malam ini, dalam mobil nya aku masih terdiam. padanganku lurus ke depan. hingga dia tau bahwa aku melamun. aku berkelit dan mengatakan bahwa aku sedang memikirkan jawaban nya. sepanjang jalan setelah pertanyaan itu muncul lagi, kami hanya terdiam. aku menatap ke luar jendela. mencoba mencari bulan di langit. sama seperti yang kulakukan ketika aku menjalani situasi ini dengan pria sebelumnya. aku berdoa dalam hati “ya ALLAH, tak bisa kah aku menemukan cinta?” air mataku hampir mengalir. tp tak mungkin kutumpahkan saat itu. bahkan mengusapnya pun aku tak berani, aku takut dia tau. “ya ALLAH, diakah yang kau berikan untukku? tolong beri aku petunjuk ya ALLAH. beri aku ketetapan hati ya ALLAH”. aku palingkan wajahku ke kanan. aku coba perhatikan dia. akankah aku bisa mencintai nya? aku kembali menatap ke depan. dada ini rasa nya sesak sekali. aku harus mengatakan sesuatu. tak boleh hanya diam seperti ini.
aku pura2 menunjukkan arah lain menuju rumahku. intinya, agar suasana tidak kaku seperti sekarang ini. aku beri dia petunjuk jalan mana yang harus nya dia hindari. akhirnya suasana kembali normal dan tak hening lagi. walaupun di otakku masih berkutat mengenai jawaban yang ku persiapkan. aku ingin sekali mengulang waktu. ingin sekali punya waktu lebih panjang agar aku bs berkata “tidak” dan menunggu jodohku datang di lain waktu. tp aku bukan 25 thn lagi. aku tak bisa seenaknya berkata “tidak”. aku harus memikirkan masa depanku, bukan hanya ego ku.
“ya ALLAH, aku ingin selalu ada canda saat bersama nya, bukan seperti saat ini” apakah aku terlalu belebihan? tiba2, aku melewati sebuah warung roti bakar disamping gedung bca di jalan fatmawati. warung itu kecil sekali. dan tidak terkenal. tapi aku merasa senang sekali melewatinya. ada keceriaan saat itu. satu setengah bulan yang lalu, aku menikmati keceriaan di warung itu. tepat saat yang sama, pria ini melamarku. dihari itu juga, aku pergi dengan seseorang di masa lalu ku.aku teringat masa laluku. masa lalu yang membuatku berat untuk menjawab “iya” pada pria ini. karena aku merasa punya cinta di masa lalu. tp tak ada cinta saat ini, saat bersama nya.
dunia serasa hanya hitam dan putih. dingin sekali suasana malam itu. bukan karena ac di dlam mobil nya, tp karena aku pun blum menemukan jawaban nya. sekali lagi, jalan yang ku lewati menuju tempat tinggalku, penuh dengan kenangan. membuat ku semakin beku untuk bilang iya. “benarkah dia yang KAU pilih untukku ya ALLAH” sekali lagi hatiku berucap doa. hingga akhirnya aku tiba di depan rumahku.
“jadi apa jawabannya?” kata pria itu
“oh .. masih nunggu ya? jawbku sambil bercanda.
dia tampak pusing aku buat. sepertinya dia benar2 ingin mendengar jawaban dari ku.
“besok ya aku jawab. assalamualaikum” kataku sambil menutup pintu mobil. tak lupa ku ucapkan terimakasih dan hati2 di jalan.
kemudian, aku langsung masuk kedalam kamar ku. membuka jilbabku, meletakkan tasku di kursi, dan langsung membaringkan badanku di tempat tidur. aku ingin melanjutkan air mata yang tak bisa jatuh sejak di mobil. “ya ALLAH, bantu aku menemukan jawaban ini”